Showing posts with label Music. Show all posts
Showing posts with label Music. Show all posts

Friday, March 15, 2013

Suatu Pengalaman dengan Boyband (Indonesia)


Pernah dalam suatu hari saya naik kereta Gajayana relasi Malang-Jakarta sendirian, kira-kira pada masa saya sedang kuliah untuk gelar saya yang terakhir saya sabet ini.

Dalam kereta eksekutif ini, saya duduk, yang kebetulan menghadap layar Tv kereta meski ada beberapa saf penumpang lain di depan. Muncullah beberapa sosok pemuda yang sangat well-groomed, menari dan meliuk dengan kompak bersamaan. Saat saya tahu bahwa kelompok cowok ini ialah boyband bertitel XO-*IX, dengan sangat tidak harmonis membawakan ulang lagu Dewa yang judulnya Cinta 'kan Membawamu, saya jadi semakin tidak bisa tidur, padahal jam sudah lewat pukul 21.00.

Apa pasal?

Dengan gaya tipikal boyband a la Korea yang demen berpakaian kinky, overdone make-up, dan agak maksa sedikit cengkok bernyanyinya, mata saya juga seperti sedang nonton sesuatu yang lebih aneh dari lawakan garing OVJ. Seingat saya, "seragam" mereka dalam video klip tersebut ialah paduan hitam-berkilau dan nuansa keperakan. Lalu tatanan rambut jabrik dan ada juga yang sepintas a-la Rihanna, serta gaya koreografinya yang sepertinya punya maksud menggabungkan nuansa seksi dengan misterius. Tapi entah ya.

Namun bukan penampilan mereka yang membuat saya agak mabuk darat, meski saya sebelumnya sudah kebal sekali naik kendaraan yang goyangannya agak mahadahsyat.

Tapi simply karena mereka tidak bisa membawakan keagungan dan rasa dari lagu itu. Dari segi musikalitas, banyak sekali detil ketukan perkusi yang tidak perlu, serta sepintas sahut-menyahut lirik antar personelnya membuat lagu bagus ini menjadi turun derajat.

Padahal dengan kesederhanaan komposisi Dewa, lagu ini bisa terdengar syahdu.

nah cerita utamanya ada di sini.

Saya lalu mengirimkan post ke twitter yang mengkritik ketidaksukaan saya pada grup ini. Dan secara mengejutkan, muncul retweet dari seorang fansnya yang dengan sengit mendiskreditkan komentar saya. Oh ya, fans ini juga sepertinya masih SMA. saya membalasnya dengan menulis bahwa itu penilaian saya, terserah jika ada pendapat yang lain.

Ia tetap tak terima, dan mengatakan bahwa lagu yang mereka bawakan bagus, terbukti dari keberhasilan pemuda-pemuda klimis tersebut menancapkan lagu itu pada top-chart salah satu stasiun radio di Solo.

Entah stasiun radio apa yang ia dengar.

Lalu, ia dengan menakjubkannya meretweet saya kepada akun salah satu personel boyband nya, dan setelah saya tengok lagi timeline nya dalam beberapa hari, tak ada tanggapan dari idolanya itu dan ia pun "mengadukan" tentang saya pada teman-temannya yang lain. Mungkin sesama fans.

Oh, what a teen.

Saya generasi 90-an, dan saya juga suka beberapa boyband barat dan Asia. Ya, tetapi nggak segitunya bela-belain menjadi penggemar yang labil, yang kelihatannya harga dirinya ikut tercabik ketika idolanya dikritik. Kalau kalian (yang memang sudah dewasa lho, ya) lihat sendiri twit jaman kapan itu, pasti ngakak sendiri. 

Untung saya cepat sadar tidak untuk meladeni balasannya yang makin tak rasional dan akhirnya mem-blok akunnya. Ah, remaja jaman sekarang.Seleranya perlu dibetulin mengikuti standar kualitas konten dan musikalitas.

Bagus lagi kalau ada misinya. Ada pesan penyadaran.

Tampaknya industri musik tak butuh hal-hal begitu. One-hit maker sudah terlalu menjamur di pasaran, dan trik aji-mumpung juga menjadi sarana selebritis yang tidak bisa nyanyi untuk menaikkan popularitas. Nampaknya barat juga lagi kehilangan inspirasi. Banyak lagu bertema hura-hura, seks, dan percintaan yang dangkal menghiasi berbagai sajian hiburan on-air maupun off-air.

Saya sendiri, nggak butuh barang tak berbobot apalagi tak bermakna. Tidak selalu berat, banyak musik easy listening berlirik dalam, menggugah, dan lebih "bercerita" seperti Endah N Rhesa, Zee Avi, atau coba saja ziarahi kembali beberapa lagu Michael Jackson.

Oh ya, bagi saya musik bagus itu, paling tidak, memanjakan pendengaran, otak, dan menimbulkan pelepasan dan kepuasan.
Yang saya ingat dari perjalanan selama kurang lebih 15 jam itu, ialah kuping saya capek mendengarkan beberapa lagu dan iklan yang terus diulang-ulang dari sore sampai pagi.

Betul-betul malam yang panjang, jika harus diiringi suasana begitu.


Wednesday, June 08, 2011

Tengah Malam

Jadi malam ini saya tidak bisa tidur lagi, lalu saya menonton filem berpakem perang-perangan di netbook (menyedihkan ya) dan melanjutkan beberapa e-mail yang harus saya kirim segera. Kamar saya belum disapu dari kemarin, baju belum dicuci tapi oh, lihat saja besok semua ini bisa diatur lah. Kipas angin menyala, dengan setelan ukuran kekuatan angin di angka satu, dari skala tiga. Arah anginnya statis menghadap meja belajar, yang letaknya persis menghadap jendela kamar berteralis yang cukup lebar. Bukan dengan maksud mengeringkan buku yang ada di atasnya, ataupun mejanya, namun karena saya tidak begitu suka angin kipas yang langsung mengarah ke saya.

Saya juga baru nyemil mi instan berkuah, karena lapar. Saya makan di kamar, di atas meja belajar dengan gaya santun seperti presidennya bangsa Indonesia. Sesekali saya menengok dan mengintip ke luar rumah dari balik jendela, karena cukup tertarik dengan suara-suara yang tidak lazim. Atau mungkin terlalu sensitif, tertulis di buku-buku biologi bahwa indera manusia memang lebih "menyala" ketika terjaga di malam hari. Harapan saya sih semoga wilayah Paseban tetap aman siang malam dari segala mara bahaya dan penyakit.

Setidaknya besok harus lebih produktif dari hari ini. Bukan hanya makan dan jalan-jalan saja, namun juga memikirkan dan melakukan sesuatu untuk hidup saya yang lebih yahud kedepannya. Puncak malam ini akhirnya ditutup dengan alunan gitar klasik Jubing Kristianto yang memainkan lagu Billy Joel yang bertajuk She's Always A Woman sambil berharap besok tidak ada lagi hati wanita yang disakiti, biarpun disini wanita dituduh biang keladi derita. Semoga.

Wednesday, April 09, 2008

Lunch Time Break Music

Well, probably the updates are on a long, long way from routines. After got caught on several bittersweet business out there, finally I begin writing on this stuff again ^-^;
Oh yeah maybe this is relatively out of date, nevertheless, I’d like to show what they’d done in my campus during lunch time. Several months before now, possibly it’s February, a kinky-and-dandy –but-minimalist jazz group came showing up at my faculty’s canteen. This was quite amusing and entertaining, when suddenly we were being surprised with their present of enjoyment, astonished performance on the first place.

The group consisted of two sub-platoons, one of them was called Andy Gomez Quintet and the other one was The Kirana Big Band. The faculty set up a small stage and band equipment on the west side of the cafeteria. As an emphasizing tune of jazz music, they were including saxophone player as well. On one part, they played instrumental jazz; another part was a vocal–lead full band format. As I recall, audiences were distracted so much, and very well relaxed by their music. I don’t get much reference on jazz, but I’m somewhat familiar with the music, maybe that’s just due to the frequent broadcast as back sounds on many TV shows or ads?? LOL.

In the end, I figure out that it was a promotional attempt to gain audiences on their real commercial show the next 10 days [I’ve got the pamphlet somehow I forgot the date]. In my humble opinion, the promotion was successful and not a mere slight excitement. I bet people had gone after them to watch their show live. I supposed there should be another show next time like this, but as long as they don’t get in the lecture way inside the class to bring the noise… Even the lecturer cannot concentrate much…

Sunday, October 28, 2007

My Favourite Beat

Just the next season is about to come and I am alone in my room, got petrified with the cold breeze. However, I just want to share. Everyday listening to UVERworld cheers my mood up but lately I was caught up by my friends listening lots of Koda Kumi and Crystal Kay’s song. Moreover, my senior recommended me to tune more to Greeeen [ini bener lho ‘e’-nya ada 4] and I remembered just one of their songs, which is “Ai Uta” the theme of Final Fantasy.


Indeed, I am the big fan of Visual Kei and common J-rock, but listen them up almost everyday is just pacing up it all… so I have to slow it down. Honestly, I would rather lend my ear to female singers and girl bands nowadays. They are so cute, young, and fabulous. ^0^ Mixed up with fully furnished performance, their style really swings my everyday. Never got bored with their songs I guess. Not to mention Nakashima Mika –as I am listening now- is perfectly talented and was crowned “the female Hyde”. It was on Newsmaker Japan, that most expensive entertainment magazine I’ve ever known.


Another try is Takahashi Hitomi, Horie Yui, Tamaki Nami, Rie Fu and her “Tsukiakari”, Van Tomiko, Pipo Angels, Matsura Aya and her “Ki ga Tsukeba Anata”, Sakamoto Maaya, C-ute, ZYX, Zard, Utada Hikaru, Aki Angela with the remix of the Japanese “Kiss from A Rose”, Yuki from the former “Judy and Mary”, etc. Hmm I also prefer to choose rock band with a girl vocalist like High and Mighty Color [Haikara], The Brilliant Green [Buriguri], and Rythem [was filling one of Naruto’s theme “Harumonia”]. Feels like it’s enchanting to hear Japanese women’s voice. Cute as ever.


But one person I hate much is Hamasaki Ayumi. Yeah, sometimes it’s nice to play her songs but the rest … lagu2nya kayak orang dandan menor banget. Terlalu berlebihan. Ahhh omoidashita!!! Don’t forget to grab Kuraki Mai’songs… 5 star rated. First time I listen to her song was years ago and it was “Love, Day After Tommorow”. Seems all of her songs title are in English. It’s so yesterday but would still remains full of beat on your steps, I guarantee.


takahashi hitomi

Hands up for Japanese female GOOD musicians.