Friday, July 22, 2011

Jum'at Bukan Hari Pustaka

Tengok kanan kiri, pengunjung perpustakaan terlihat agak sepi. Ya iyalah, rata-rata orang lebih suka melepas penat menjelang Jum'at malam dengan keluar mengayun kaki ke pusat perbelanjaan, taman, ataupun sekedar mencoba menu baru di kafe pojok kota. Beberapa dari kami warga kota teladan dan kutu buku masih mampu membolak balik halaman buku di perpustakaan kota, sambil pula berselancar di komputer dengan akses internet gratis.

Saya beberapa kali terakhir ini berkunjung kembali ke Perpustakaan Kota untuk mencari bacaan asyik. Walau bukan kota pendidikan besar seperti di Jogja, perpus di sini jaaauuuuhhh lebih lengkap dan cozy daripada punyanya orang Jogja. Cuma saya ke sana tidak pas hari Jum'at. Ya memang karena lebih enak jika akhir pekan diramaikan dengan kegaduhan dan bukan baca-baca. Hmm ini menurut kebanyakan orang ya. Saya juga bukan geek, bukan cewek anti-sosial. Tapi memang tersangkut di perpustakaan kala Jum'at sore terdengar seperti kesepian.

Kalau sekarang saya di Jakarta, mungkin sudah ada jadwal bercengkrama dengan keponakan saya yang baru berulang tahun ke 2, atau menerobos jalan bersama teman-teman sambil mengomentari kemacetan. Mungkin pula merencanakan bermain paintball dengan teman kuliah yang juga sedang suntuk, dan bertanya-tanya kapan rencana itu di-jadi-kan.

Dan ceritanya adalah, saya di sini mencari pelengkap untuk master piece saya yang saya selalu angankan akan selesai Mei tahun depan. Ingin sekali melakukan penelitian lapangan, namun nampaknya hal tersebut kurang relevan dengan target saya untuk sekedar menjaga agar kewarasan tetap di kepala. Namun saya juga berusaha agar usaha saya ini membuahkan sesuatu yang layak dibaca dan bukan hanya sekedar diselesaikan. Buku-buku yang saya cari adalah mengenai ekonomi makro, sambil kembali mencari-cari kesalahan para pengambil kebijakan yang terlalu maniak dengan angka-angka yang dihadirkannya.

Namun ah, sudahlah, toh perpustakaan tak pernah sepi juga, siapa tahu ini hanya sewaktu saya datang saja hari ini. Jika saya melihat sekeliling, saya dapat melihat ekspresi yang menggelitik. Dua orang laki-laki muda beradu bisik tentang suatu buku, mungkin sebagai pengganti perdebatan a la mimbar yang harusnya lantang. Seorang pembaca wanita berkerudung oranye terkikik membaca buku entah apa. Ada pula pemuda berkulit gelap yang mengantuk di depan tumpukan buku yang ia pilih dari rak. Pengelola perpustakaan berseragam batik pun terlihat sangat profesional dalam memperbaiki sambungan instalasi listrik ke AC yang nampaknya bermasalah.

Jika santai saja sambil membaca buku, saya pikir sudah merupakan wahana berjalan-jalan juga,karena kita menemukan dunia baru di dalam bacaan. Orang bilang namanya eksplorasi pikiran, soalnya bisa merangsang kita untuk berpikir, berfantasi, dan menjadi bijak. Jadi oke juga kan, ketika akhir pekan dihabiskan di perpustakaan?